Terima Kasih telah mengunjungi Blog RT 001 RW 009 Perumahan Pondok Gede Permai, Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat 17424...Semoga Bermanfaat...

POS MULTIFUNGSI

Tempat banyak kegiatan dilingkungan RT 001 RW 09 PGP.

SILATURAHMI

Temu tetangga saat libur, banyak cerita untuk dibagi dan banyak rencana yang perlu dirancang.

HUT RI KE 70

Lomba mewarnai untuk Kelompok pra SD di RT 001 RW 09 PGP.

TEMPAT EVAKUASI KENDARAAN RODA 2

Pengamanan kendaraan roda 2, bila situasi lingkungan tidak memungkinkan.

PEMILIHAN

Suasana pemilihan Ketua RT periode 2015 - 2018.

KERJA BAKTI

Bersama - sama mebersihkan lingkungan RT 001 RW 09 PGP.

IDUL FITRI

Memaafkan dan dimaafkan pada lebaran tahun 2015 di RT 001 RW 09 PGP.

KALI CIKEAS

Fokus ke kali saat debit air meningkat.

Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

Wednesday, 27 January 2016

IMUNISASI


Imunisasi (Imun = kebal atau resisten) adalah suatu proses untuk meningkatkan kekebalan tubuh dengan cara memasukkkan vaksin kedalam tubuh baik dengan cara suntikkan atau diminum (oral). Vaksin yaitu virus atau bakteri yang sudah dilemahkan, dibunuh atau bagian-bagian bakteri (virus) telah dimodifikasi.

Setelah vaksin dimasukkan kedalam tubuh maka tubuh akan terangsang untuk melawan penyakit tersebut dengan membentuk antibodi. Antibodi ini umumnya akan terus ada didalam tubuh manusia yang telah diimunisasi untuk melawan penyakit yang coba menyerang.

Imunisasi biasanya fokus diberikan pada bayi dan anak-anak karena sistem kekebalan tubuh pada bayi dan anak-anak belum sebaik orang dewasa sehingga rentan terhadap serangan penyakit berbahaya. Imunisasi harus dilakukan secara bertahap dan lengkap, tidak cukup hanya satu kali dengan beberpa jenis imunisasi sesuai dengan jenis penyakit yang akan ditangkal/dicegah/dihindari.

Pentingnya imunisasi dilakukan antara lain secara individu yaitu mencegah penderitaan yang disebabkan oleh penyakit yang menyebabkan kemungkinan cacat bahkan kematian, sedangkan secara keluarga diantaranya memberikan hak anak akan perlindungan dari penyakit yang berbahaya, menghilagkan kecemasan bagi orang tua akan terjangkitnya penyakit serta menghilangkan biaya pengobatan yang besar, serta secara lingkungan atau masyarakat yaitu mencegah berkembangnya atau penyebaran penyakit menular yang lebih luas pada lingkungan.

Imunisasi yang wajib diberikan adalah imunisasi yang telah menjadi suatu komitmen global. Imunisasi yang diwajibkan pemerintah Indoensia melalui Program Pengembangan Imunisasi (PPI) dibiayai seluruhnya oleh pemerintah dan dapat diperoleh oleh masyarakat di Puskesmas dan Posyandu. Jenis vaksin lainnya belum diwajibkan oleh pemerintah tetap dianjurkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Jenis-jenis imunisasi yang diwajibkan oleh pemerintah

Jenis Vaksin
Keterangan
BCG
Vaksin BCG (Bacillus Calmette Guerin) dapat diberikan sejak lahir. Imunisasi ini bertujuan untuk memberikan kekebalan tubuh terhadap penyakit tubercolocis (TBC). Apabila vaksin BCG akan diberikan pada bayi di atas usia 3 bulan, ada baiknya dilakukan dulu uji tuberkulin. BCG boleh diberikan apabila hasil tuberkulin negatif.
Hepatitis B
Vaksin Hepatitis B yang pertama harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah bayi lahir, kemudian dilanjutkan pada umur 1 bulan dan 3 hingga 6 bulan. Jarak antara dua imunisasi Hepatitis B minimal 4 minggu. Imunisasi ini untuk mencegah penyakit Hepatitis B.
Polio
Imunisasi Polio diberikan untuk mencegah poliomielitis yang bisa menyebabkan kelumpuhan.
DPT
Vaksin DPT adalah vaksin kombinasi untuk mencegah penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus. Ketiga penyakit ini sangat mudah menyerang bayi dan anak. Imunisasi DPT diberikan pada bayi umur lebih dari 6 minggu. Vaksin DPT dapat diberikan secara simultan (bersamaan) dengan vaksin Hepatits B. Ulangan DPT diberikan pada usia 18 bulan dan 5 tahun. Usia 12 tahun mendapat vaksin TT (tetanus) melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Campak
Vaksin Campak-1 diberikan pada usia 9 bulan, lalu Campak-2 pada usia 6 tahun melalui program BIAS.

Jenis vaksin penting namun belum diwajibkan oleh pemerintah

Jenis Vaksin
Keterangan
Hib
Pemberian Vaksin Hib (Haemophilus influenzae tipe B) ditujukan untuk mencegah penyakit meningitis atau radang selaput otak. Vaksin Hib diberikan mulai usia 2 bulan dengan jarak pemberian dari vaksin pertama ke vaksin lanjutannya adalah 2 bulan. Vaksin ini dapat diberikan secara terpisah ataupun kombinasi dengan vaksin lain.
MMR
Vaksin MMR diberikan untuk mencegah penyakit gondongan (mumps), campak (measles), dan campak jerman (rubela). MMR dapat diberikan pada umur 12 bulan apabila belum mendapat imunisasi campak di umur 9 bulan. Umur 6 tahun diberikan imunisasi ulangannya.
Hepatitis A
Vaksin ini direkomendasikan pada usia diatas 2 tahun, diberikan sebanyak 2 kali dengan interval 6 sampai 12 bulan.
Tifoid
Vaksin Tifoid direkomendasikan untuk usia diatas 2 tahun. Imunisasi ini diulang setiap 3 tahun.
Pneumokokus       (PCV)
Apabila hingga usia di atas 1 tahun belum mendapatkan PCV, maka vaksin diberikan sebanyak 2 kali dengan interval 2 bulan. Pada umur 2 hingga 5 tahun diberikan satu kali.
Influenza
Anak usia dibawah 8 tahun yang diimunisasi influenza untuk yang pertama kalinya direkomendasikan 2 dosis dengan jarak minimal 4 minggu.

Jadwal Imunisasi


.
Semoga bermanfaat...

--oo0oo--

Sumber:dari berbagai sumber online
Share:

Thursday, 5 November 2015

PENYAKIT KAKI GAJAH

Penyakit Kaki Gajah (Filariasis atau Elephantiasis) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing filarial yang hidup di saluran dan kelenjar getah bening. Anak cacing yang disebut mikrofilaria, hidup dalam darah. Mikrofilaria ditemukan dalam darah tepi pada malam hari.

Penyakit kaki Gajah merupakan penyakit menular yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk dan telah teridentifikasi 23 spesies nyamuk sebagai penular di Indonesia. Setiap orang mempunyai peluang yang sama untuk dapat tertular filariasis apabila digigit oleh nyamuk infektif (mengandung larva cacing filarial stadium III), dapat mengenai semua umur dan tidak terdapat perbedaan antara jenis kelamin laki-laki maupun perempuan. Selain itu penyakit filariasis ini dapat ditemukan pada semua ras, tidak ada predileksi ras tertentu.

Penyakit Kaki Gajah merupakan penyakit menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap (seumur hidup) berupa pembesaran tangan, kaki, payudara, dan buah zakar baik pada perempuan maupun laki-laki. Akibatnya penderita tidak dapat bekerja secara optimal sehingga hidupnya tergantung pada orang lain sehingga menjadi beban keluarga, masyarakat dan negara.

Sebaran penyakit filariasis di Indonesia hampir diseluruh provinsi dan tingkat penularannya masih tinggi bahkan di beberapa daerah merupakan endemis.

Tanda dan gejala Klinik biasanya terjadi bertahun-tahun setelah terinfeksi, sehingga penyakit ini jarang ditemukan pada anak, gejala-gejala yang terdapat pada penderita Filariasis meliputi :

Gejala awal (akut) ditandai dengan :
* Demam berulang 1-2 kali atau lebih setiap bulan selama 3-4 hari apabila bekerja berat.
* Timbul benjolan (pembengkan) yang terasa panas dan nyeri pada lipat paha atau ketiak tanpa adanya luka di badan, dan teraba adanya tali urat seperti tali yang bewarna merah dan sakit mulai dari pangkal paha atau ketiak dan berjalan kearah ujung kaki atau tangan.
* Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis).
* Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah.
* Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema).

Gejala lanjut (kronis) ditandai dengan : pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada kaki, tangan, kantong buah zakar, payudara dan alat kelamin wanita sehingga menimbulkan cacat yang menetap.

Tindakan pencegahan dan pemberantasan filariasis (Penyakit Kaki Gajah) yang dapat dilakukan antara lain :
* Meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat melalui pendidikan, pelatihan, sosialisasi, distribusi informasi.
* Pemberantasan nyamuk diwilayah masing-masing sangatlah penting untuk memutus mata rantai penularan penyakit ini. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan hal terpenting untuk mencegah terjadinya perkembangan nyamuk diwilayah tersebut.
* Menjaga diri dari gigitan nyamuk misalnya menutup ventilasi dengan kasa nyamuk,  menggunakan kelambu pada saat tidur, menggunakan obat anti nyamuk baik semprot, bakar ataupun oles.
* Ikut serta dalam pemeriksaan darah jari yang dilakukan pada malam hari oleh petugas kesehatan.
* Bagi penderita penyakit gajah diharapkan kesadarannya untuk melakukan pengobatan kedokter sehingga tidak menyebarkan penularan kepada masyarakat lainnya.
* Melaporkan ke Puskesmas bila menemukan warga desa dengan pembesaran kaki, tangan, kantong buah zakar atau payudara.
* Minum obat anti filariasis yang diberikan oleh petugas kesehatan.

--oo0oo--
Sumber:dari berbagai sumber online
Share:

Monday, 12 October 2015

ROKOK - ROKOK

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. (wikipedia)

Merokok adalah membakar tembakau yang kemudian diisap asapnya, baik menggunakan rokok maupun menggunakan pipa. Temperatur pada sebatang rokok yang tengah dibakar adalah 900 0C untuk ujung rokok yang dibakar dan 30 0C untuk ujung rokok yang terselip di antara bibir perokok.
Badan kesehatan PBB itu mencatat saat ini 36% penduduk Indonesia merokok atau lebih dari 60 juta orang tetapi jika pemerintah terus melanjutkan kebijakan anti rokok yang dinilai kurang tegas seperti yang diterapkan saat ini, WHO memperkirakan jumlah perokok di Indonesia tahun 2025 akan meningkat menjadi 90 juta orang, atau 45% dari jumlah populasi

Merokok bukanlah penyebab suatu penyakit tetapi dapat memicu suatu jenis penyakit sehingga boleh dikatakan merokok tidak menyebabkan kematian secara langsung tetapi dapat mendorong munculnya jenis penyakit yang dapat mengakibatkan kematian. Berbagai jenis penyakit dapat dipicu karena merokok mulai dari penyakit di kepala sampai dengan penyakit di kaki. Penyakit yang bisa disebabkan oleh merokok adalah seperti berbagai jenis kanker, jantung dan paru-paru, serta Diabetes dan lain-lain lagi. 

Laporan WHO selaras dengan studi Universitas Indonesia yang dipublikasikan Juni silam di Indonesia berdasarkan data yang didapat pada tahun 2010 menunjukan jumlah nyawa yang melayang akibat asap tembakau mencapai 190.260 orang dan sedunia mencapai enam juta manusia setiap tahunnya. 80 % diantaranya berasal dari tingkat ekonomi rendah dan menengah.

Betapapun juga, industri tembakau menyumbang sekitar 150 triliun Rupiah per tahun dalam bentuk pajak dan cukai. Ditambah lagi kenyataan bahwa enam juta lapangan kerja bergantung dari sektor yang sarat kontroversi ini.

Bahaya Rokok bagi Perokok Pasif
Perokok pasif merupakan seorang penghirup asap rokok dari orang yang sedang merokok atau orang yang terpapar asap rokok dari asap yang dikeluarkan perokok aktif. 

Perokok pasif lebih berbahaya dibandingkan perokok aktif. Bahkan bahaya perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya perokok aktif. Sebanyak 25 persen zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok sedangkan 75 persennya beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang di sekitarnya.

Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar karena racun yang terhisap melalui asap rokok perokok aktif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang dihisap. Namun konsentrasi racun perokok aktif bisa meningkat jika perokok aktif kembali menghirup asap rokok yang ia hembuskan. 

“Namun karena perokok aktif sekaligus menjadi perokok pasif maka dengan sendirinya risiko perokok aktif jauh lebih besar daripada perokok pasif,”.

Kandungan Rokok
Asap rokok yang diisap melalui mulut disebut mainstream smoke, sedangkan asap rokok yang terbentuk pada hujung rokok yang terbakar serta asap rokok yang dihembuskan ke udara oleh perokok disebut sidestream smoke. Sidestream smoke menyebabkan seseorang menjadi perokok pasif. Asap rokok mainstream mengandung 4000 jenis bahan kimia berbahaya dalam rokok dengan berbagai mekanisme kerja terhadap tubuh. Dibedakan atas fase partikel dan fase gas, antara lain:

* Nikotin
adalah racun yang digunakan dalam pestisida dan merupakan unsur adiktif dalam rokok. Nikotin dapat mengakibatkan kanker serta merusak struktur DNA.

* Tar
adalah istilah kolektif yang digunakan untuk menggambarkan partikulat yang dihasilkan oleh pembakaran tembakau. Tar bisa menyebabkan beraneka ragam penyakit seperti kanker, impotensi, penyakit jantung, penyakit darah, bronkitis kronik, enfisema serta gangguan kehamilan dan janin.

* Benzene
Merupakan petrokimia yang diipakai untuk men-dry clean pakaian. Bahkan kandungan benzene adalah karsinogen yang dapat mengakibatkan kanker darah (leukemia).

* Arsenik
Adalah logam yang bisa meracuni darah dengan mudah. Terlebih sudah banyak pekerja pabrik yang meninggal karena keracunan arsenik. Kemampuan sel untuk memperbarui diri dapat tergganggu karena akumulasi arsenik.

* Formaldehida
Merupakan bahan kimia yang berfungsi untuk mengawetkan mayat. Nah, zat berbahaya ini bahkan terdapat pada rokok.

* Aseton
Merupakan bahan kimia yang terdapat pada penghilang cat kuku. Rokok juga memiliki kandungan aseton. Berbahaya jika zat aseton masuk melewati saluran udara serta bersemayam di paru-paru.

* Karbon Monoksida
Adalah gas beracun yang bisa menempel pada sel darah merah serta mengganggu pengangkutan oksigen dalam darah sehingga menimbulkan kerusakan pada paru-paru serta berpotensi menyebabkan penyakit koroner. 5% dari asap rokok merupakan karbon monoksida.

* Amonia
Aroma amonia bisanya tercium pada pembersih toilet. Bahan kimia ini dapat mengakibatkan rasa pusing tatapi menyebabkan kebiasaan merokok menjadi sangat candu.

* Kadmium
Merupakan satu diantara logam-logam bahan untuk membuat baterai. Bagi orang yang merokok, zat kadmiun yang terhirup akan tersimpan di lapisan ginjal sehingga dapat mengakibatkan kerusakan ginjal.

* Nitrogen Oksida
Pabrik dan mobil menghasilkan polutan udara berupa nitrogen oksida. Zat ini juga terkandung dalam asap rokok. Gas beracun ini bisa mengakibatkan radang paru-paru.

* Kromium
Adalah logam yang terbukti mengakibatkan kanker. Kromium menempel pada DNA serta merusaknya, sehingga membuat zat kromium lebih berbahaya untuk kesehatan.

* Naftalena
Adalah bahan kapur barus yang berfungsi untuk mengusir serangga ataupun tikus dari pakaian. Bahkan rokok juga mengandung bahan berbahaya ini. Betapa berbahayanya menghisap bahan kapur barus dari mulut.

* Hidrogen Sianida
Masyarakat umum telah mengetahui kalau sianida merupakan racun paling cepat di dunia. Jika dikombinasikan dengan hidrogen, zat kimia ini mampu membuat rusak silia di saluran bronkial serta paru-paru. Sebenarnya manfaat rambut halus seperti silia mampu mengeluarkan racun dalam udara yang dihirup.

* Timbal
Juga merupakan karsinogen. Kenaikan kadar timbal pada darah bisa mengakibatkan keracunan, terlebih lagi bisa mengakibatkan kematian.

* Kumarin
Adalah zat adiktif organik pada bahan tambahan ]makanan yang sekarang sudah dilarang oleh standar dunia. Tetapi zat ini masih digunakan dalam pembuatan rokok.
Nikotin 

* Metanol
Adalah sejenis cairan ringan yang mudah mencair dan menguap yang mudah terbakar. Meminum atau menghisap Metanol mengakibatkan kebutaan bahkan kematian

Kiat Berhenti Merokok
1. Niatkanlah dengan sungguh-sungguh bahwa Anda akan berhenti merokok.
2. Lakukanlah dengan sungguh-sungguh dan nyata Poin 1 (satu) tersebut diatas.

Sumber:dari berbagai sumber online
Share:

Ayo...Sholat!

Twitter

Free Hit Counter

Flag Counter

Menu